Sabtu, 10 Januari 2009

Harga Batubara Meroket

edisi: Sabtu, 29 Maret 2008

JAKARTA, BANGKA POS - Harga batu bara yang saat ini sudah bullish, diproyeksikan akan terus meroket tajam. Tingginya permintaan batubara dari dalam dan luar negeri serta demand stok batu bara yang terbatas adalah penyebab tingginya permintaan batubara.

“Namun, untuk suplai masih ada keterbatasan infrastruktur di Australia, sedangkan di Indonesia kita juga belum bisa meningkatkan kapasitas produksi,” ujar Head of Investor Relation PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), Nurtimah Tobing di Jakarta, Jumat (28/3).

Melihat momentum tersebut, PTBA akan menargetkan peningkatan produksi batu bara tahun ini menjadi 10,2 juta ton dan penjualan 13,7 juta ton, dibanding pada 2007 sekira 9,2 juta ton dan penjualan 10,85 juta ton.
Saat ini, lanjut dia, komposisi keperluan ekspor batu bara sekitar 40 persen, sisanya untuk domestik. Jumlah kuota ekspor meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 37 persen.

Menurutnya, paling banyak batu bara dikirimkan ke Jepang, India, Eropa, Malaysia, Korsel, China, dan Thailand
Tingginya permintaan tersebut mengakibatkan PTBA menargetkan volume penjualan tahun 2008 sebesar 13 juta ton atau naik 20 persen dari realisasi tahun 2007.

Angkutan kereta api ditargetkan naik menjadi 9,2 juta ton, penjualan di site (di Tanjung Enim, tanpa perlu pengangkutan kereta api) sebesar 1,2 juta ton, serta konstribusi dari trading batubara sebesar 2,6 juta ton.

“Target angkutan batubara tahun 2008 sebesar 9,2 juta ton atau naik 15 persen dari realisasi tahun 2007,” kata Nurtimah.

Menurut dia untuk mencapai target tahun 2008 ini, harus ada penambahan 9 lokomotif dan 180 gerbong.
“Akhir 2007 telah ada penambahan 50 gerbong baru untuk jalur Tanjung Enim-Tarahan dan sudah mulai beroperasi tahun 2008,” jelasnya.

Selama Januari-Februari 2008 total angkutan batubara sebesar 1,45 juta ton atau naik sekitar 9,4 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dikatakan, saat ini PTBA dan PTKA juga sedang dalam proses pembentukan perusahaan patungan yang akan memiliki dan mengoperasikan jalur kereta api Tanjung Enim-Tarahan dan Tanjung Enim-Kertapi.

Bila perusahaan ini patungan ini terbentuk maka perseroan dapat mengontrol operasional dan maintenance kedua jalur tersebut serta dapat terlaksana sesuai target awal yaitu mencapai kapasitas 15 juta ton pada tahun 2010. Invetasi yang diperlukan sekitar 530 juta dolar AS dengan skema pendanaan 30 persen equity dan 70 persen pinjaman.

Porsi PTBA pada perusahaan patungan tersebut 30 persen sedangkan PTKA 70 persen. Penyertaan modal PTKA termasuk dalam bentuk aset yang ada di daerah operasi (Daop) III Sumsel.

(Persda Network/aco)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar